Rabu, 30 Mei 2012 | By: siti marwa

Hukum Puasa 10 Hari Dzul Hijjah


Hukum Puasa 10 Hari Dzul Hijjah
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Artinya : "Tidak ada hari yang mana amalan sholih itu lebih dicintai oleh Allah kecuali pada hari-hari ini (10 hari Dzul Hijjah). Para sahabat berkata : Wahai Rosulullah! walaupun jihad di jalan Allah sekalipun? Beliau menjawab : iya, walaupun jihad di jalan Allah sekalipun. kecuali orang yang pergi dengan jiwa dan hartanya dan kembali tanpa itu semua." (HR Bukhori)

Hadits ini menjelaskan mutlak amalan sholih yang dikerjakan pada 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah adalah lebih utama dari waktu yang lain, termasuk puasa. dan puasa yang disunnahkan pada bulan Dzul Hijjah adalah 9 hari awal terutama hari ke 9. karena itu adalah hari Arafah. begitu yang dijelaskan Imam An-Nawawi dalam syarh Muslim.

كَانَ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُوم تِسْع ذِي الْحِجَّة ، وَيَوْم عَاشُورَاء ، وَثَلَاثَة أَيَّام مِنْ كُلّ شَهْر : الِاثْنَيْنِ مِنْ الشَّهْر وَالْخَمِيس

Artinya : "Dahulu Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- berpuasa pada 9 Dzul Hijjah, hari 'Asyura, 3 hari pada tiap bulan dan senin dan kamis." (HR Ahmad dan An-Nasai)

Adapun hadits-hadits yang menunjukkan bahwa beliau tidak berpuasa pada hari-hari tersebut seperti yang diriwayatkan dalam shohih Muslim, 'Aisyah berkata :

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَائِمًا فِي الْعَشْرِ قَطُّ

Artinya : "Aku sama sekali tidak pernah melihat Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- berpuasa 10 hari itu."

Juga hadits dalam shohih Muslim dari 'Aisyah juga :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَصُمْ الْعَشْرَ

Artinya : "Bahwa Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- tidak berpuasa pada 10 hari itu."

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam An-Nawawi ketika men-syarh hadits-hadits diatas beliau menyatakan bahwa hadits-hadits tersebut tidak menandakan bahwa puasa pada hari-hari awal bulan Dzul Hijjah tidak sunnah. karena bisa jadi ketika itu Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- sedang sakit atau dalam perjalanan atau udzur yang lain sehingga beliau tidak melaksanakannya. dan puasa pada awal-awal Dzul Hijjah adalah sunnah berdasarkan hadits yang pertama diatas dan juga amalan-amalan sholih yang lainnya.

0 komentar:

Poskan Komentar